Yayasan Belanda Pugar Bangunan Sejarah Sumatra Barat

Prins Claus Fund, atau Yayasan Pangeran Claus membantu pemerintah Indonesia memperbaiki dan memugar bangunan sejarah di Sumatra Barat yang rusak atau bahkan hancur akibat bencana gempa bumi 30 September lalu.

Menurut Catrini Kubontubuh dari BPPI, Badan Pelestarian Pusaka Indonesia, bukan pertama kalinya yayasan tersebut membantu Indonesia. Menurut Yayasan Prins Claus, budaya adalah kebutuhan dasar manusia. Modal dasar untuk tahap pemulihan kembali masyarakat setelah bencana, juga lewat budaya. Dengarkan penjelasan Catrini Kubontubuh kepada Radio Nederland:

RNW: Kenapa Yayasan Prins Claus tertarik mengadakan kerjasama?

Catrini Kubontubuh: Saya melihat, dari misi yayasannya memang ada satu konsep yang sangat menarik. Mereka menyebutkan, culture is a basic need – jadi budaya dan heritage adalah kebutuhan mendasar bagi manusia. Kalau kita melihat proses mitigasi bencana, di Indonesia sendiri masih rely bantuan pertama kepada penanggulangan kebutuhan mendasar, seperti makanan atau shelter. Pokoknya agar kehidupan berjalan baik dulu, sementara budaya itu terlupakan. Prins Claus melihat bahwa modal dasar untuk menggiatkan kembali atau me-recovery trauma akibat budaya yaitu dari budaya. Dari misi itulah ia berusaha membantu berbagai negara, tidak hanya Indonesia.

RNW: Setelah gempa tahun 2007, Prins Claus membantu membangun kembali mesjid Rao-rao. Bagaimana prosesnya?

Catrini Kubontubuh: Sama seperti sekarang. Benar-benar cepat merespons. Mungkin karena jaringan solidarity antarpara pelestari. Ketika terjadi bencana, yang pertama kali kita pikirkan adalah heritage di tempat itu bagaimana, apakah hancur atau aman. Ketika hancur, apa yang perlu dilakukan. Ketika terjadi gempa di Sumbar, kita langsung bisa berkomunikasi dengan Prins Claus. Kebutuhannya yang paling prioritas yang terancam yang mana. Waktu itu kita dapatkan [datanya] dari mitra kita masyarakat lokal di Sumbar dan juga organisasi pelestariannya menyebutkan mesjid Rao-rao – jadi itu yang kita ajukan. Bagaimana kita berkolaborasi untuk merenovasi mesjid ini.

RNW: Bantuan Prins Claus ini berupa apa? Dana atau expertise?

Catrini Kubontubuh: Lebih berupa dana. Dan kita senangnya karena Prins Claus ini mengutamakan local wisdom – keahlian lokal, gitu. Jadi diserahkan langsung pada masyarakat di sana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: