KERAJAAN NAGUR DI SIMALUNGUN

KERAJAAN NAGUR DI SIMALUNGUN:

CATATAN DARI PENGELANA ASING DI SUMATRA TIMUR

Oleh:

Erond L. Damanik, M.Si

1. Pengantar

Terdapat dua kerajaan kuno terbesar (the great ancient kingdom) di Sumatra Utara, yaitu Aru dan Nagur. Kerajaan Aru sangat popular dalam tulisan Karo dan khususnya Melayu. Artifak kerajaan ini masih berdiri kokoh berupa batu Nisan bernuansa Islam (Islamic tomb) yang terhampar di Kota Rentang Hamparan Perak maupun Benteng Putri Hijau di Delitua Namurambe.  Sedangkan kerajaan Nagur dikenal luas sebagai kerajaan Batak yakni Simalungun.

Kedua kerajaan ini, rentan mendapat serangan dari Aceh dalam rencana unifikasi kerajaan di Sumatra dalam genggaman Aceh. Seperti diketahui, Kerajaan Aceh berencana untuk mempersatukan seluruh kerajaan di Sumatra sehingga melakukan agresi dan pelenyapan kerajaan hingga Bintan. Tentang hal ini, dapat dibaca dalam buku Tarich Atjeh dan Nusantara (1967) ataupun Singa Atjeh (1957) tulisan HM. Zainuddin. Demikian pula dalam buku Kerajaan Aceh (2007) tulisan Denys Lombard, Kronika Pasai (1987) oleh Ibrahim Alfian, Aceh: Dimata Kolonialis (1984) tulisan Snouck Hurgronje, atau pula surat Iskandar Muda kepada King James-I di Inggris pada tahun 1615 (Golden Letter: Surat Emas Raja Nusantara, 1997: Lontar Indonesia).

2. Catatan Tentang Nagur

Kerajaan Nagur diyakini merupakan salah satu kerajaan besar di Sumatra Utara yang berlokasi di Simalungun, penguasa ataupun pemerintahnya adalah dinasti Damanik. Sumber-sumber tulisan tentang Nagur umumnya diperoleh dari tulisan pengelana Tiongkok seperti Cheng Ho dan Ma Huan. Tulisan-tulisan tersebut telah dikompilasi oleh Groenoveltd, dalam Historical Notes in Indonesia and Malay (1960). Selanjutnya, menurut catatan Parlindungan (2007) dalam bukunya Tuanku Rao, Nagur berdiri pada abad ke-5 dan runtuh pada abad ke-12. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa, Raja Nagur terakhir yang bernama Mara Silu, pada saat keruntuhan swapraja tersebut melarikan diri ke Aceh, berganti nama dan menjadi Islam. Di Aceh ia dikenal dengan gelar Malik As Saleh (Malikul Saleh). Dalam Riwayat Raja-Raja Pasai (penulis dan tahun penulis tidak diketahui), diakui bahwa pendiri kerajaan Pasai adalah Merah Silu.

Namun demikian, apabila angka yang disebutkan oleh Parlindungan tersebut dikomparasikan dengan laporan admiral Zheng Zhe (Cheng Ho) maka akan didapat bahwa, hingga tahun 1423, kerajaan Nagur masih berdiri. Didalam buku Zheng Zhe: Bahariawan Muslim Tionghoa (2002) disebut bahwa, admiral tersebut mengunjungi Nagur sebanyak 3 (tiga) kali. Pasukannya sangat terkenal dengan senjata panah beracun dan berhasil menewaskan raja Aceh.  Dalam laporan pengelana Tionghoa tersebut, nama Nagur dituliskan dengan ‘Nakkur’; ‘Nakureh’ atau ‘Japur’. Hal senada juga diketahui dalam laporan Ma Huan yakni Ying Yei Seng Lan, dimana nama Nagur yakni ‘Napur’ merupakan kerajaan ‘Batta’

Selanjutnya, dalam laporan Tomme Pires, penguasa Portugis di Malaka (1512-1515), dalam bukunya  Summa Oriental terjemahan Cortesao (1944), banyak menyinggung nama Nagur yang berdekatan dengan Aru. Atau dalam tulisan Mendes Pinto yang berjudul Acehs Crusades against the Batak 1539. Demikian pula laporan Marco Polo yang melakukan perjalanan ke Sumatra pada tahun 1292 yakni, Cannibals and Kings: Nothern Sumatra in the 1290s. Pengelana lainnya adalah  laksamana Prancis bernama Augustin De Beaulieu yang melakukan perjalanan ke Sumatra (Pasai) pada tahun 1621 dalam tulisannya yang berjudul The Tyranny of Iskandar Muda. Demikian pula pengelana Maroko Ibn Battuta yang singgah di Pasai  pada tahun 1345 dalam laporannya The Sultanate of Pasai around 1345.

Kerajaan Nagur juga banyak disebut dalam tulisan-tulisan Melayu seperti yang dituliskan oleh T. Lukman Sinar SH (Pewaris kesultanan Serdang), dalam bukunya Sari Sejarah Serdang Jilid-I (1974) ataupun Bangun dan Runtuhnya Kerajaan Melayu Sumatra Timur (2007),  ataupun TM. Lah Husny dalam bukunya Lintasan Sejarah Peradaban Penduduk Melayu Deli Sumatra Timur, (1976). Demikian pula dalam buku Tarik Aceh Jilid II yang batal diterbitkan. Selanjutnya, dalam tulisan-tulisan versi Karo seperti yang dilakukan oleh Brahmo Putro dalam bukunya Karo dari Zaman ke Zaman, (1984) justru cenderung ditulis dengan emosional, dengan cara meng-Karo-kan ARU, Nagur dan Batak Timur Raya. Sebagaimana diketahui, yang dimaksud dengan ‘Timur Raja’ dalam tulisan pemerintah colonial adalah kawasan Simalungun karena posisinya yang percis berada di pesisir Timur Sumatra Utara.

Terbukanya tabir Sumatra secara heurastik, dimulai saat penguasa Inggris di Bengkulu yakni Thomas Raffles, mengutus William Marsden pada tahun 1770 untuk menyelidiki potensi ekonomi Sumatra. Buku penyelidikan tersebut kini sudah dibukukan dengan judul “The History of Sumatra (2007). Di dalam buku tersebut banyak dituliskan tentang potensi ekonomi di Asahan yang disebutnya dengan term ‘Batta’ (Batak). Kemungkinan yang dimaksud adalah orang Simalungun yang bermukim didaerah Itu. Selanjutnya, pada tahun 1823, Whrite Philips, Gubernur Jenderal Inggris di Penang mengutus John Anderson untuk penyelidikan lebih intensif terhadap potensi ekonomi Sumatra. Buku laporan Anderson yang terkenal itu adalah Mission to the East Cost Sumatra yang diterbitkan pada tahun 1826. Buku tersebut, juga telah mendeskripsikan keadaan di Asahan atau pesisir timur Sumatra. Kuat dugaan bahwa penghuni Asahan pada saat itu adalah orang Simalungun dimana daerah domisili orang Simalungun pada saat itu memanjang hingga Asahan, Batubara dan Pagurawan (Juandaharaya dan Martin Lukito, Tole den Timorlanden das Evanggelium, 2003). Buku yang lebih sempurna, berdasarkan tinjauan akademis dan sistematika ilmiah adalah karangan Edwin M. Loeb (1935) dengan judul Sumatra: Its History and the People. Dalam karangan itu, juga disebut tentang riwayat kerajaan di Simalungun.

Penyelidikan tentang kondisi sejarah, kebudayaan dan penguasaan daerah sangat penting dilakukan terutama terhadap laporan-laporan pemerinatah Kolonial seperti laporan kepurbakalaan (Oudheikundig Verslag, OV), Laporan umum (Algemeen Verslag, AV), laporan Politik (Politiek Verslag), Laporan Penanaman (Cultuur Verslag) atau juga Laporan Serah Terima Jabatan (Memorie van Overgrave), seperti yang diwajibkan dalam tata administrasi kolonial, karena laporan-laporan tersebut banyak menuliskan tentang kondisi wilayah yang sedang dikuasai. Di Simalungun, nama-nama yang mesti diperhatikan adalah Tidemann, Kroesen, Theis, Westenberg, Neumann, Voorhoeve, dan lain-lain.

Keberadaan Nagur (512-1252) seperti dalam buku Tuanku Rao karangan MOP,  dikatakan bahwa ayahnya, Sutan Martua Raja (SMR) adalah seorang guru Kristen di Pematang Siantar dan banyak mengumpulkan bahan-bahan sejarah. Hanya saja, dokumen-dokumen tersebut musnah terbakar sebelum sempat ditulis dengan sempurna. Buku Tuaku Rao hanyalah 20% dari sejumlah dokumen yang dikumpulkan oleh SMR. Bisa jadi, laporan SMR tentang Simalungun ikut musnah terbakar.

3. Manuskrip Tentang Nagur

Manuskrip yang ada dan meriwayatkan tentang kerajaan Nagur adalah Parpadanan Na Bolag (PNB). Namun demikian, manuskrip itu membutuhkan analisis tajam serta  kehatihatian yang tinggi  karena banyak menyebut nama person, peristiwa dan daerah yang kini tidak dapat di compare dengan peta yang ada. Misalnya, dimanakah Padang Rapuhan, atau dimanakah Hararasan, atau Bondailing?. Oleh sebab itu, terhadap manuskrip tersebut mutlak dilakukan Discourse Analysis, sehingga dapat memunculkan makna yang terkandung dalam teks atau naskah.

Literatur Simalungun yang mencoba menyajikan tentang Nagur adalah Hukum Adat Simalungun (Djahutar Damanik, 1984) atau Sejarah Simalungun (TBA Tambak, 1976) tidak banyak mengupas tentang manuskrip dan keberadaan Nagur, namun cenderung menuliskannya berdasarkan oral tradition version. Demikian pula pada buku Pustaha Simalungun yang tersimpan di Perpustakaan Daerah Sumut yakni hasil transliterasi latin oleh JE. Saragih, masih terbatas pada tradisi pengobatan yang ada di Simalungun, tak satupun dalam pustaha tersebut merujuk pada nama ‘Nagur’.

Persoalan lainnya adalah, bahwa riwayat kerajaan Nagur (Nakkureh, Nakkur, Japur) banyak disebut dalam laporan pengelana Eropa dan Tiongkok, namun dimanakah letak daripada kerajaan tersebut masih membutuhkan analisis panjang yang melibatkan Arkeolog dan Sejarawan. Dengan demikian, riwayat kerajaan Nagur dinasti Damanik di Simalungun tersebut masih memerlukan penelitian dan pengkajian secara menyeluruh (komprehensif) terutama dengan melibatkan arkeolog dan sejarawan serta antropolog sehingga riwayat kerajaan besar tersebut semakin sempurna dan berlandaskan perspektif ilmiah. Lagipula, penelitian dan kajian ilmiah, mutlak dilakukan untuk mendukung sejarah lisan yang berkembang dalam masyarakat.

4. Penutup

Berdasarkan persepsi literer (kepustakaan) tersebut diatas, diyakini bahwa kerajaan Nagur pernah eksis di Sumatra Timur tepatnya di Simalungun. Paling tidak hal tersebut dibuktikan dengan adanya catatan-catatan dari pengelana asing yang singgah di Sumatra Timur dari abad ke-6 hingga ke 16.

Demikian pula  tersedianya manuskrip yang meriwayatkan kerajaan tersebut, ataupun dikenalnya kerajaan tersebut melalui tradisi lisan. Namun demikian, untuk memperjelas eksisitensi kerajaan tersebut, baiknya dilakukan penelitian dan pengkajian yang melibatkan lintas disiplin sehingga dapat diterima kebenarannya. Paling tidak, saran ini bermanfaat atau ditujukan kepada pemerintah kabupaten Simalungun di Pematang Raya, ataupun pihak-pihak, badan atau instansi yang berwenang, demikian pula lembaga kemasyarakatan Simalungun yang ada.

Penulis: Peneliti pada Pusat Studi Sejarah dan Ilmu-ilmu Sosial

Lembaga Penelitian Universitas Ngeri Medan.

28 Comments (+add yours?)

  1. james p damanik
    Sep 09, 2009 @ 12:08:00

    Dalam rangka peneguhan dan memantapkan jatidiri damanik sebagai marga asli di simalungun kami minta supaya hal senada lebih diperdalam lagi dengan mengetengahkan catatan sejarah dari sumber sumber yang ada dan belum digali secara khusus yang kami sendiri tidak relevan dengan hal ini. Terima kasih. Horas ma bamu !

  2. Jafendi H. Purba Sidadolog
    Sep 09, 2009 @ 13:15:17

    Sungguh menarik, dan seperti mimpi yang sulit dijabarkan. Tahun 1024 Raja Rajendra Chola menyerang Sumatera, termasuk Nagur?? dan Sriwijaya… Apakah itu kehancuran Nagur I, atau penyakit sampar yang menyerang penduduk? Bagaimana dengan penduduk yang mengungsi ke pulau di laut tawar?? Apa mereka kembali dan mengisi simou nalungun, sebagai asal kata Simalungun??? Alangkah baiknya kalau daerah yang mempunyai nama Nagur, yang ada di Simalungun diteliti, seperti Naguraja, Nagurusang…. dst. Saya juga pernah membaca bahwa Nagur itu identik dengan Nagori, atau Negeri, atau sebuah daerah kekuasaan seorang raja… Dalam cerita kerajaan Mataram di Jawa, mereka juga menyebut Nagari Mataram… Jangan-jangan ada nama lain kecuali Nagur, atau Nagori…, bisa juga sebagai cikal bakal kerajaan Sriwijaya, yaitu sebelum abad ke-5. Sriwijaya kan mulai abad ke-6 sampai abad ke 13. Hanya sekedar komentar… Terima kasih atas tulisannya… rasanya bisa menambah semangat, bahwa orang Simalungun lebih tua dari orang Batak Toba…
    Syalom

  3. Trackback: Tamil : Massmedia Berita Internet « Etnik/Suku Tamil Dunia
  4. rado wanry purba
    Nov 07, 2009 @ 09:59:31

    saya baru mengetahui tentang raja mara silu, raja Nagur yang terakhir, melarikan diri ke aceh, berganti nama menjadi malik as saleh dan merupakan pendiri kerajaan pasai.

    sebagai mahasiswa sejarah, saya ingin mengetahui banyak tentang peristiwa tersebut, yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. apa yang terjadi di simalungun khususnya kerajaan Nagur (dinasty damanik) sehingga raja mara silu lari ke aceh dan berganti nama menjadi malik as saleh?
    2. benarkah raja mara silu merupakan pendiri kerajaan pasai?
    apa bukti – buktinya dan faktor apa yang mendukung kebenaran peristiwa itu?
    3. benarkah armada laut cheng ho pernah datang ke simalungun (kerajaan Nagur)?
    apa maksud dan tujuan cheng ho datang ke daerah simalungun sedangkan simalungun terletak dipedalaman sumatra utara dan mata pencaharian penduduknya adalah agraris bukan maritim, kita ketahui cheng ho seorang pelaut,
    apakah mungkin dia pernah berkunjung ke daerah pedalaman?
    apa bukti – buktinya dan faktor apa yang mendukung kebenaran peristiwa itu?
    4. ada hubungan apa antara simalungun khususnya kerajaan nagur dengan aceh? sehingga raja mara silu disebut sebagai pendiri kerajaan pasai.

    sekian dari saya.
    rado wanry purba (mahasiswa sejarah Unpad)
    jaya selalu simalungun ku…

    HORAS DIATEI TUPA….

  5. Anonymous
    Dec 03, 2009 @ 09:51:29

    truskan karyanya

  6. dorigirsang
    Apr 07, 2010 @ 07:47:58

    lanjut kan … tentang historis simalungun yang bener.. agar kita simalungun punya bukti yg cukup…. klo simalungun pernah jaya dan besar pada masa nya

  7. Abdul Hamid Damanik
    May 21, 2010 @ 15:02:24

    Di Kabupaten Serdang Bedagai ada sebuah desa yang bernama Nagur. Mayoritas masyarakat di sana bermarga Damanik. Apakah hal ini ada kaitannya dengan sejarah kerjaaan Nagur?

  8. James P Damanik
    May 23, 2010 @ 14:05:07

    Sdr. Abdul Hamid Damanik,saya yakin hal tersebut kemungkinannya besar sekali, tapi saya tidak punya dasar sama sekali untuk menyatakan hal tersebut. Saya yakin sdr Erond L Damanik akan memberi pernyataan akan hal tersebut. Mohon kiranya saudara dapat memberikan letak desa tersebut lebih jelas dan rinci sehingga memungkinkan para ahli sejarah kita bisa menjenguk lokasi tersebut.
    Terima kasih.

    Salam Damanik,
    James P Damanik

  9. James P Damanik
    May 23, 2010 @ 14:10:43

    Sdr. Rado Wanry Purba!
    Anda dapat meminta penjelasan langsung kepada Erond L Damanik di Unimed atau sudah dapatkah keterangan atau jawaban pertanyaan anda?
    Salam.

  10. Abdul Hamid Damanik
    May 27, 2010 @ 08:39:40

    Desa Nagur berada di Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai. Desa ini dekat dengan Bandar Kalifah.

  11. edy s purba
    Dec 02, 2010 @ 03:39:37

    terimakasih atas riset tentang kerajaan tertua diIndonesia namun sayangnya dalam buku sejarah Smp dan Sma masih tercatat bahwa kutai sebagai kerajaan tertua diIndonesia, harap diteliti sejarah tentang sejarah bangsa Indonesia yang besar ini dan disampaikan dengan benar

  12. Amani Holong
    Apr 22, 2011 @ 07:45:38

    Apa Bondailing mungkin Mandailing juga disebut dalam tonggo-tonggo si Boru Deak Parujar di luat Bandaling atau Mandailing?
    Kerajaan Nakur lebih besar dugaan sebelum abad ke-13. Lihat perjalanan Marco Polo 1292 M.

  13. Amani Holong
    Apr 29, 2011 @ 15:20:58

    Sungguh suatu kesilapan bila disebut kerajaan Aru dan Nagur disebut kerajaan Batak. Penelitian tersebut dilakukan W. Marsden thn 1770 berlaku surut. Pada prasasti Tanjore 1024 M tercantum hanya Panai (tidak disebut sebagai kerajaan) yang eksis di Sumut Melihat besarnya bala tentara Rajendra Cola dapat dipastikan tidak ada perlawanan yang berarti. Kerajaan Nakur diyakinkan oleh kunjungan Laksamana Cheng Ho 1423 M tidak bisa didukung dengan perjalanan Marco Polo 1292 M (tentang keberadaan bangsa yang dia namakan “batta”. Artinya pendiri kerajaan Nagur tidak merasa berasal dari/tidak mengenalBatak.

  14. Zulkarnaen, S.Ag
    Jun 25, 2012 @ 12:18:55

    @ Abdul Hamid Damanik : Memang ada sebuah Desa yang bernama NAGUR di Kab. Serdang Bedagai, Tepatnya di Kecamatan Tanjung Beringin, secara kebetulan saya adalah asli putra Desa NAGUR tersebut, mayorit penduduknya bersuku MELAYU kalau di Tebing Syahbandar saya tidak tahu. Sebagian memang ada juga yang bermarga DAMANIK.

  15. jhon sagar
    Aug 16, 2012 @ 14:21:31

    dalam sejarah saragih garingging yg disusun omp taralamsyah +-thn 1640-1690 tuan raya nengel raja iraya irobutma tanohnni nagur na ijahe-jahe pakon deba na i badagei.supaya jangan sampai diambil raja yang lain.

  16. Sarwendy Stam Sigalingging
    Dec 15, 2012 @ 19:14:20

    saya baru tahu tentang kerajaan Nagur ini semenjak saya kuliah ini, terimakasih atas artikelnya karena saya sangat ingin tahu tentang kerajaan Nagur ini sebagai kerajaan yang berada di Sumatera Timur….. tapi memang saya tinggal di Desa Sukadamai Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Serdang Bedagai. dan saya pernah dengar desa Nagur di kecamatan Tebing Syahbandar dan ada tetangga saya yang berasal dari desa Nagur dan Bermarga Damanik,, mungkin itu ada kaitannya,,, dan Bagaimana dengan kerajaan Batak? serta menurut pelajaran sejarah dari guru saya kalau dulu ada Kerajaan Padang di wilayah Tebing Tinggi…. sejarah memang sulit, tapi pernahkah ditemukan adanya hal kuat yang mendukung kerajaan Nagur?

  17. B.Ginting
    Jul 02, 2013 @ 17:39:58

    raja terakhir nagur disebutkan bernama mara silu yg lari ke aceh karena runtuhnya nagur. di awal postingan ini terlebih dahulu di sebutkan bahwa haru dan nagur sering mendapat gangguan/serangan dari aceh. yg menjadi pertanyaan saya :
    1. apa yg menyebabkan keruntuhan nagur?
    2. mengapa mara silu(raja terakhir nagur) memilih lari ke aceh (musuh nagur)
    Diatei tupa, Horas.

  18. Jafendi Purba Sidadolog
    Jul 03, 2013 @ 03:29:27

    Kerajaan Samudra Pasai berdiri sekitar abad 13 oleh Nazimuddin Al Kamil, seorang laksamana laut Mesir. Pada Tahun 1283 Pasai dapat ditaklukannnya, kemudian mengangkat Marah Silu menjadi Raja Pasai pertama dengan gelar Sultan Malik Al Saleh (1285 – 1297).
    Kertanagara menjadi raja Singhasari sejak tahun 1268. Berbeda dengan raja-raja sebelumnya, ia berniat memperluas daerah kesatuanya sampai ke luar Pulau Jawa. Gagasan tersebut dimulai tahun 1275 dengan pengiriman pasukan di bawah pimpinan Indrawarman dengan 14.000 pasukan singasari untuk menjalin hubungan kerjasama dalam pertahanan.
    Dua penggalan kalimat ini mudah-mudahan dapat memberi penjelasan, bahwa Kerajaan Nagur diluluh lantakkan oleh pasukan Singasari pimpinan Indrawarman, (1275-1280) dan Marah Silu lari ke Samudera Pasai dan membantu laksamana Mesir Nazimuddin Al Malik menguasai Pasai, sehingga Marah Silu diangkat menjadi Raja Pasai pertama (1285 – 1297).
    Mohon komentar para ahli Sejarah, agar Sejarah Kerajaan Nagur makin jelas bagi kita……..
    Horas janah Diatei Tupa.

  19. Jafendi Purba Sidadolog
    Jul 03, 2013 @ 03:55:34

    Menurut sumber dari Batak[rujukan?], nama komandan pasukan Singhasari yang dikirim untuk menaklukkan Sumatra adalah Indrawarman. Tokoh ini kemudian menolak mengakui kedaulatan Majapahit sebagai kelanjutan Singhasari. Indrawarman kemudian mendirikan Kerajaan Silo di Simalungun.

    Pada tahun 1339 datang pasukan Majapahit dipimpin Adityawarman dalam rangka pelaksanaan Sumpah Palapa. Adityawarman sebagai wakil raja Majapahit berhasil menaklukkan Silo. Indrawarman diberitakan tewas oleh serangan tersebut. Menurut legenda, Indrawarman tidak pernah kembali ke Jawa, sehingga sulit untuk menyamakannya dengan tokoh Mahisa Anabrang yang kembali ke Jawa tahun 1293. (Sumber Wikipeda: Mahisa Anabrang)
    Dari rangkaian diatas dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Silo dibangun oleh Indrawarman setelah menaklukkan Nagur. *Indrawarman yang mbalelo ke Majapahit, justru membangun kerajaan baru dari sisa-sisa Nagur, atau bahkan menikah dengan Puteri Nagur dan membangun kerajaan Nagur sekitar 1293 – 1300).
    Torushon nassiam
    Diateitupa
    Jafendi H. Purba Sidadolog

  20. Anonymous
    Sep 15, 2014 @ 04:57:30

    Bagi saya juga cukup banyak pertanyaan ;

    Nagur dimata asing kenapa hrs di eluelukan.
    Bukankan kita lebih bagus mencaru fakta sejarah melalui kajian bahasa ?

    Saya berkeyakinan , nagur adalah bukan berasal dari india, tapi dari israel …

  21. Anonymous
    Aug 31, 2015 @ 05:38:16

    KONTOLLLAH

  22. siburian batak
    Feb 19, 2016 @ 12:25:19

    sudah jelas dikatakan penulis asing.. NAKUR ADALAH KERAJAAN BATAK.. letaknya di sebelah barat aru (melayu deli),sebelah selatan pase(aceh) sampai pesisi barat sumatra,memiliki armada laut.. tidak lain tidak bukan tempat itu adalah wilayah karo simalungun toba pakpak gayo alas mandailing barus singkel sekarang(tepi laut).. kerajaan NAKUR ini besar kemungkinan adalah kerajaan HATORUSAN.. inilah kerajaan batak yang pertama.. yang didirikan oleh RAJA UTI.. yaitu cucu pertama SIRAJA BATAK.. berdiri pada tahun 1290 di barus.. rakyatnya yg mula mula adalah manusia dari rasmongoloid proto malayan dan manusia keturunan arab india yg ada di pesisir barat sumatra utara tepatnya barus singkil sekarang.. kerajaan ini bertahan sampai 400 tahun.. yaitu sampai tahun 1500 an dipimpin oleh raja uti VII.. dimana ahirnya kerajaan batak(htorusan ato nakur) ini terbagi 3 kerajaan.. yaitu kerajaan sisingamangaraja di bakkara toba.. kerajaan damanik oleh timur raya(marah silau) simalungun.. kesultanan pasaribu oleh sultan ibrahim syah pasaribu di barus.. ketiga kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1500 an..RAJA UTI lah yang memberikan mandat dan amanah kepada ketiga orang ini.. dimana ketiganya dalah panglima2 terbaik kerajaan nakur..

  23. siburian batak boy
    Feb 19, 2016 @ 13:03:43

    ralat.. maksudnya kerajaan nakur(hatorusan) berdiri selama 200 tahun.. bukan 400 thn seperti tertulis diatas..

  24. siburian batak boy
    Feb 19, 2016 @ 13:35:05

    sangat bagus pertanyaan rado wanri purba.. sy coba jawab.. 1. tidak benar raja marah silah lari ke aceh.. karena marah silau pendiri dinasti damanik di simalungun hidup sekitar tahun 1500.. sedangkan merah silu (malikul saleh) pendiri kerajaan pase hidup sekitar tahun 1200.. nama mirip tapi orang yg berbeda.. 2.merah silu(malikul saleh) memang benar dia pendiri kerajaan pase aceh.. sebab dia orang aceh bukan simalungun.. buktinya ada dalam hikayat raja2 aceh.. bisa search goegle.. 3.tidak benar ceng ho mengunjungi simalungun.. yang benar adalah ceng ho mengunjungi nakur.. kekuasaan nakur adalah pesisir barat sumatra utara,barus,sinkil,toba,mandailing,pakpak,gayo alas,simalungun,karo,pesisir timur aceh tepatnya kabupaten tamiang sekarang.. mungkin dia mengunjungi gayo alas(perbatasan nakur dan pase)ato mungkin sing.. sedangkan istilah simalungun baru ada pada tahun 1700.. cengho sendiri berkunjung sekitar tahun 1400 ke pase dan nakur.. 4. tidak ada hubungan simalungun dengan aceh.. yang benar adalah kerajaan batak nakur adalah musuh bebuyutan kerajaan aceh pase.. sebab seorang raja pase telah dibunuh oleh pasukan kerajaan nakur.. sekitar tahun 1400 an.. salah satu bukti adalah catatan asing berjudul ” aceh crusade againts batak” artinya perang suci melawan nakur.. catatan : merah silu (aceh) 1200.. marah silau (simalungun) 1500..

  25. siburian batak boy
    Feb 21, 2016 @ 15:05:47

    sy coba jawab pertanyaan B.Ginting.. kerajaan nakur tidak runtuh.. tetapi sudah tiba saatnya kerajaan itu terbagi.. kemungkinan penyebabnya adalah.. masalah supranatural raja.. yaitu raja uti hanya ada sampai 7.. yang dimiliki raja uti sudah habis.. sisanya diberikan kepada manghuntal.. timur raya.. sultan ibrahim syah.. raja uti I adalah cucu siraja batak.. berdiri dari tahun 1300 M – 1500 M.. thn 1400 M kekuasaanya mencakup barus singkil mandailing toba pakpak gayo alas simalungun karo tamiang(aceh).. rakyatnya adalah suku batak,suku gayo,suku alas,suku melayu pesisir,orang2 turunan arab india yang ada di pesisir.. pasukannya tidak banyak.. tetapi cukup mematikan.. memiliki armada laut.. bahkan yang mungkin menenggelamkan kapal portugis FLOR DE LA MAR pd tahun 1500 an di pesisir tamiang aceh adalah angkatan laut NAKUR.. dalam catatan portugis dikatakan ‘kapal nakur walaupun mungkin cman 2 ato 3 kapal tetapi di takuti di perairan selat malaka..

  26. siburian batak boy
    Feb 21, 2016 @ 15:10:19

    jawaban kedua b ginting… marah silau tidak lari ke aceh.. tetapi mendirikan kerajaan damanik di sintar pada tahun 1500.. sementara merah silu pendiri kerajaan pase aceh lahir tahun 1200 an.. jadi waktu dan peristiwanya berbeda.. namanya mirip tetapi tidak sama.. mereka adalah 2 orang yang berbeda.. dan hidup di jaman yang berbeda..

  27. Anonymous
    Apr 26, 2016 @ 18:25:20

    Nama-nama kampung (sekarang Simalungun ) yang berkaitan dengan Nagur : Nagur Usang, Nagur Raja, Nagur Panei, Nagur Tongah, Mariah Nagur, dll.
    Yang berhubungan dengan nama Nagur sekarang di Simalungun : Tempat Parsaturanni Raja Nagur di kecamatan Raya, buah Satur ni Nagur yang ditemukan di Bah Sawa Kecamatan Tanah Jawa, perkampungan Nagur di Sipispis Serdang Bedagai, Kuburan putri Raja Nagur yang mati digigit babi peliharaannya diatas gunung Nagur dihuta Bongbongan Kecamatan Silouw Kahean, nama-nama jalan banyak yang (berani) membuat Jln. Nagur di Siantar dan Simalungun, nama makam pahlawan (diberi dengan nama) Nagur di Siantar.
    Nama kata Nagur mungkin berasal dari Aceh (Asih sebutan orang Simalungun), asal kata Nanggru (Aceh Darussalam).
    Nama-nama kampung di Simalungun yang ada kaitannya dengan kata Aceh (Asih sebutan orang Simalungun/ halak asih) : Nagori Asih, Sini Asih (Sinasih), Buluh Lasih (Buluh Asih), Saribu Asih, Marjandi Asih, dll.
    Walaupun orang ilmuwan jaman sekarang mengatakan bahwa Nagur itu bukan di Simalungun, tapi saya meyakini dan ” selalu membudayakan” dalam alam pikiran saya bahwa Nagur itu benar-benar adanya di Simalungun. Karena itulah yang disampaikan nenek moyang saya kepada saya dan kepada keturunan kami. Dan itu dimplementasikan seluruh suku Simalungun dalam alam pikiran mereka.

  28. Trackback: KERAJAAN NAGUR DI SIMALUNGUN - Simalungun Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: